Kamis, 14 Juli 2011

Apa sih arti/makna pernikahan itu???????



Belakangan ini gw suka banget nemenin nyokap ke kawinan-kawinan sodara/kerabat..
Mendadak jadi suka sama yg namanya acara kawinan..*jadi ga sabar pengen cepet2 merit hehehe*
Tapi ada beberapa hal yang mengganjal dalam hati&pikiran gw, yang bikin gw bertanya-tanya & sulit tidur *Halah lebay hihihihi...* sampai gw bikin list nya nich.. hehehe... 

1.apa sih makna pernikahan buat orang-orang jaman sekarang???
2. harus yah pernikahan itu yang serba "WAH" (setiap org kan punya pernikahan impiannya masing-masing... kenapa msti di komenin mulu sih ga boleh begini-ga boleh begitu?? mau sederhana ky apapun, atau mau buang-buang uang sebanyak apapun kan hak yang mau pesta, kok bny yg ikut-ikutan berpartisipasi yah..) *please deh.. kurang kerjaan banget sih....!!!*
3. hey... yang statusnya cuma "TAMU" ga usah ikut campur deh, masa siapa yang mau kawin dia yang nentuin lokasi-catering-ini itunya..... *pllaaakkk... ploookkk..... gw jitak juga nich*  situ mau dateng syukur, ga juga gpp.. drpd rempong 
4. di setiap kawinan yg gw datengin pasti ada yang berkomentar ini itu.. mulai dari makanan yang ga enak, gedung yang begini lah, souvenirnya gitu lah...ada aja salahnya *Heeyy.. they are just ordinary human, mereka sudah berupaya mempersiapkan pernikahan mereka sebaik-baiknya.. kalau ada kurang-kurang sedikit wajar sih yah. toh kita datang kan untuk mendoakan, ikut berbagi kebahagiaan dengan mereka.. enjoy aja sih..*

Bagi gw & pasangan sih, setiap undangan yang kami datangin enak2 aja.. *atau karna kami lapar aja kali ya??* hahaha... kami berdua menikmati setiap moment yang mereka (pengantin) share bersama kami.. bagi kami segala kekurangan-kelebihan dalam acara itu justru menjadi hal yang menyenangkan.. *secara tak kan ada yg namanya kesempurnaan di dunia ini yah boo!!!!*  so.. selamat yah buat kalian yang sudah melewati semua itu.. *bentar lagi gw nyusul, doain yaaahh* hehehe... 

~LoVe~
N & C  ^_^




Sabtu, 09 Juli 2011

Ketika cinta

Ketika cinta datang padaku,
Aku mulai belajar untuk mendengarkan lebih sungguh – sungguh
Aku mulai belajar untuk melihat yang tak terlihat oleh mata belaka
Aku mulai belajar untuk berbicara yang bisa membawa kebaikan untuk orang lain

Ketika cinta menyentuhku,
Aku pun belajar meredam kecemburuan
Aku pun belajar mengontrol egoku
Aku juga belajar menghargai perbedaan dan arti sebuah pengorbanan

Ketika cinta memasukiku,
Aku berusaha untuk tersenyum bahkan disaat sedih sekalipun
Aku ingin memberikan yang terbaik untuk dia yang ku cinta
Aku berdoa demi kebahagiaannya setiap malam sebelum terlelap

Ketika cinta pergi dariku,
Aku mulai belajar untuk merelakan sesuatu yang bukan untukku
Aku mulai belajar memaafkan cinta yang membuatku menangis sepanjang malam
Aku mulai belajar tentang disaat yang baik telah pergi, itu pertanda akan datang yang terbaik untukku

Ketika cinta datang maupun ketika cinta pergi …
Ia menyentuh sesuatu yang terdalam dari diriku
Dan aku pun tak pernah sama lagi

WRITTEN BY MERY

dan inilah yang disebut "Rindu"

Rajutan kisah terselubung gemuruh angan-angan
Memasung cinta yang tak mencintai
Semua terbayang dalam beku yang membelenggu
Menyeru dibalik temaram sunyi
Merasakan desir keraguan
Sebab langit senja tak mampu menjelma rindu

WRITTEN BY KANDANGAGAS

kenangan dalam secangkir kopi

Kau juga tahu bukan, sebenarnya aku tidak pernah suka dengan kopi
Hidup telah begitu pahit, mestikah lidahku yang kelu mencecap pekat kepahitan lagi?

Tapi kau mengajarkanku melihat dari sisi yang berlainan
meneguk pahit dengan seruput yang paling nikmat
lalu aku melihat surga singgah di wajahmu.

Maka untuk kesekian kali, aku mengaduk rindu dalam secangkir kopi
kepulkan aroma yang teramat kukenal sebelum kantuk benarbenar menjatuhkan kepala dalam penyesalan yang paling dalam
tersebab aku tak pernah sempat membalas genggamanmu

Waktu masih berdetak. Lambatlambat, seperti gelisah atau malas atau mungkin entah,
perlahan kusesap, sambil mengenang napasmu yang menderu di telingaku,
senja itu, selepas menyimak hujan dari balik kaca jendela yang buram
:cintaku padamu seperti pahit kopi ini, tak pernah hilang

(masih jelas dalam ingatanku, tibatiba lengkung pelangi berpindah ke bibirku yang sepagi tadi tak henti merutuk tumpukan berkas yang sepertinya beranak pinak. Lalu kita mentertawai rutinitas yang memang membosankan--Kita saja)


WRITTEN BY LAMHOT SUSANTI HS
http://www.gagasmedia.net/blog/Puisi/kenangan-dalam-secangkir-kopi.html

simfoni pagi

Kepada pagi kutitipkan sepenggal romansa
Tentang bintang, juga beribu keindahan malam
Seraya menyesapi aroma bumi dan belajar bahasa hujan
Sebuah simfoni yang membuat aku mengerti
: Kita tidak pernah sendiri

WRITTEN BY FURI CAHYA PURNAMA

Selasa, 05 Juli 2011

20.11.2011

November...cepatlah tiba...
Tak sabar ku menunggu datangnya hari istimewaku...

Penantian

Memandang matamu..
Tak ada dusta yang bisa ku eja
Kalau rindu yang ku punya
Selalu saja ku alamatkan untuk berkunjung di teduh matamu

Menembus bening matamu..
Kembali mengajarkanku alangkah tak bergunanya meratapi masa lalu

Tapi,
Pernahkah kau berfikir akan sebuah penantian yang amat panjang
Kepergian yang mengundangku untuk pulang
Bertandang di teduh matamu

”Jangan beri aku mimpi-mimpi, sebab mimpi selamanya tak berarti..”

Padahal tak sedetikpun terlintas dalam anganku
Kalau hari-hari yang datang menjelang adalah hari-hari sepi
Hari-hariku tanpamu..

Dan baru kusadari..
Kalau yang berteduh di matamu bukan hanya aku..

..Pelabuhan Terakhir..

Cintaku adalah wangi bunga-bunga
Adalah penyejuk saat gerimis musim pertama
Cintaku adalah silir angin yang lembut
Yang segar menggosoki seluruh isi beranda

Meremang bulu romaku oleh rindu terpendam
Dan tangan yang dulu angkuh erat berpelukan
Gerimis sirna dan langit mengirim bulannya
Cahayanya menyiumiku dengan ribuan kecupan

Wahai kekasih..
Adakah perahu cintaku telah kau sediakan?
Darah berdesir bagai olakan gemuruh lautan
Cepat!! Bawa segera aku menyeberang ke dunia sana
Pasang layar dan kemudikan dengan tanganmu

Cinta yang kuat tak mungkin terpisahkan
Ku mau pelabuhan terakhir dimana kita berhenti
Dimana sayap-sayap camar mengepak
Adalah istana dimana kita melabuhkan cinta kita..


sumber: Unknow
Ku mencari secercah cahaya
Di antara gelapnya langkahku
Teratih-atih menyusuri lorong-lorong kelabu
Tanpa dapat ku temui cahayamu..

Mulutku mulai mengeluh
Hatiku merapuh
Ragaku lelah..

Dan Kau hadirkan dia
Kekasih hatiku, malaikat penjagaku
Yang menemani tiap langkahku
Mencari, mendaki dan mendorongku
Untuk menemukan terangku..

Kuatkanlah hambaMu ini
Menghadapi segala ujian yang Engkau berikan
Agar aku dapat menemukan cahayaMu
Dibalik gelapnya dunia ini..

(09 Mei 2008)

Aku Bersyukur...........

Bersyukur deh dengar keluargaku ngomel-ngomel di rumah,
berarti aku masih punya keluarga yang utuh.
Bersyukur deh pakaianku terasa sempit,
karna itu berarti makanku cukup kenyang.
Bersyukur deh membersihkan gelas dan piring kotor setelah tamu pulang,
itu tandanya aku masih dikelilingi teman-teman.
bersyukur deh dengar nyanyian suara yang fals,
karna itu tandanya aku masih bisa mendengar.
"Bersyukur deh dengar bunyi alaram di pagi hari,
itu berarti aku hidup"

"Aku Bersyukur Karna Kamu Ada"
karna kamu telah mengajarkan aku banyak hal, karna kamu aku bisa menghargai hidup, karna kamu aku mengerti arti hidup ini dan karna kamu pula aku mensyukuri indahnya hidup ini.
salam sayang,
..NaTh..

Kepada Hatimu; Yang Bukan Untukku...

Aku menulis catatan ini ketika aku terombang-ambing ditelan kesepian dan ragu yang deras menghimpit. Dini hari menjelang pagi datang, ditenggarai sepi dan luka yang menghujam tajam, untuk ke sekian kalinya aku mencoba menyapa cintamu. Tapi tak ada jawab. Yang kutemui hanya lembab udara yang berhembus panas. Tak ada gerimis turun, membuat terik matahari bebas menerabas daun-daun dan jatuh di wajah tanah merah dan aspal.Gerah segera berubah peluh. Bersatu bersama degup jantungku yang mulai kehilangan jejakmu.

Ke mana gerangan engkau pergi? 9 tahun bukan waktu yang pendek buat orang seperti aku. Yang selama ini selalu mencoba setia menjaga segala rindu dan cinta, untukmu. Mungkin terdengar klise atau malah bodoh. Tapi itu yang kurasakan detik ini: Gelisah dan pencarianku menyatu bersama kangen yang menumpuk dan mengecup penantian yang tak kunjung berakhir.

Apakah kau inginkan kesendirian saat ini? Ketika semua mata menelaah segala apa yang kau lakukan. Ketika jiwamu dalam ketidakpastian; menyelami diri, berkaca dari dasar hati dan menekan manis-pahit kehidupan. Apa yang kau dapatkan? Kesempurnaan dari sebuah debat hati ataukah pengakhiran dari sebuah perenungan??!!

Detik ini, aku hanya bisa bertanya sekali lagi: ke mana sebenarnya engkau pergi? Ajari aku mencari peta raga, jiwa, dan hatimu. Karena yang kuyakini dan kudapatkan kini jelaslah sudah: Hatimu ternyata bukan untukku, ternyata. Terima kasih untuk setiap sentimeter kebahagiaan yang telah kau berikan. Berbahagialah dengan kekasih pilihan hatimu. Aku akan mencoba "RELA": Merelakan hatimu untuk orang lain, bukan untukku.......




*MoAmMAr EmKA*

Waktu Tersisa




Menyusur keramaian sepanjang sisi kota
Hanyut kita berdua laju diatas roda
Malam hangat memeluk, melebur cinta kita
Bias lampu menyapa, getar hati bertanya
”adakah waktu tersisa menyanggah segala prasangka??”
Dan lagu pun mengalun
Nanar kau pandang aku
..Cinta kita terlarang membentur batu karang..
Ketika norma peradatan terpilih sebagai alasan mereka ciptakan jurang antara kita
Sampai saat akhir nanti kita berusaha bertahan
”Sebab cinta datang untuk menolak perbedaan!!!”
Adakah waktu tersisa menjaga kita tetap sejiwa??


(Katon Bagaskara)

Tanpa Judul

Hujan rintik membasahi bumiku
Seolah tahu bahwa aku sedang bersedih
Guntur memecah langit menyuarakan kekecewaanku..
Dan angin menghempaskan kekuatannya
Berharap dapat menyapu bersih luka hatiku..

~AndreiAksana~