Selasa, 05 Juli 2011

Kepada Hatimu; Yang Bukan Untukku...

Aku menulis catatan ini ketika aku terombang-ambing ditelan kesepian dan ragu yang deras menghimpit. Dini hari menjelang pagi datang, ditenggarai sepi dan luka yang menghujam tajam, untuk ke sekian kalinya aku mencoba menyapa cintamu. Tapi tak ada jawab. Yang kutemui hanya lembab udara yang berhembus panas. Tak ada gerimis turun, membuat terik matahari bebas menerabas daun-daun dan jatuh di wajah tanah merah dan aspal.Gerah segera berubah peluh. Bersatu bersama degup jantungku yang mulai kehilangan jejakmu.

Ke mana gerangan engkau pergi? 9 tahun bukan waktu yang pendek buat orang seperti aku. Yang selama ini selalu mencoba setia menjaga segala rindu dan cinta, untukmu. Mungkin terdengar klise atau malah bodoh. Tapi itu yang kurasakan detik ini: Gelisah dan pencarianku menyatu bersama kangen yang menumpuk dan mengecup penantian yang tak kunjung berakhir.

Apakah kau inginkan kesendirian saat ini? Ketika semua mata menelaah segala apa yang kau lakukan. Ketika jiwamu dalam ketidakpastian; menyelami diri, berkaca dari dasar hati dan menekan manis-pahit kehidupan. Apa yang kau dapatkan? Kesempurnaan dari sebuah debat hati ataukah pengakhiran dari sebuah perenungan??!!

Detik ini, aku hanya bisa bertanya sekali lagi: ke mana sebenarnya engkau pergi? Ajari aku mencari peta raga, jiwa, dan hatimu. Karena yang kuyakini dan kudapatkan kini jelaslah sudah: Hatimu ternyata bukan untukku, ternyata. Terima kasih untuk setiap sentimeter kebahagiaan yang telah kau berikan. Berbahagialah dengan kekasih pilihan hatimu. Aku akan mencoba "RELA": Merelakan hatimu untuk orang lain, bukan untukku.......




*MoAmMAr EmKA*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar